Mengenal Rate Card Bagi Influencer: Pengertian, Manfaat, dan Contoh

Sama halnya seperti iklan di dunia digital baik itu iklan di TV atau di Google semua punya tarif tertentu. Begitu juga ketika ingin menggunakan jasa yang ditawarkan oleh influencer, maka kamu harus membayar dengan tarif tertentu. Yup, Rate Card adalah tarif yang ditentukan oleh influencer dalam menentukan biaya iklan atau promosi di akun miliknya.

Salah satu fungsi rate card adalah memudahkan brand yang ingin berpromosi di akun influencer untuk bisa menentukan budget yang akan dikeluarkan.

Nah Socialty, profesi influencer cocok untuk kamu yang kreatif dan suka eksplore dunia internet. Jika kamu tertarik menjadi influencer, maka kamu perlu tahu lebih jauh tentang rate card. Yuk kita bahas serba-serbinya di bawah ini!

question mark on a note

Apa itu rate card?

Seperti yang udah di sebutkan di atas, rate card adalah rincian tarif yang ditentukan oleh influencer untuk keperluan promosi, iklan atau pemasaran di channel digital milik influencer. Tarif antara satu influencer dan influencer lain bisa berbeda karena dipengaruhi beberapa faktor.

Faktor tersebut tidak hanya dipengaruhi dari berapa banyak followers saja, tapi juga bagaimana engagement influencer dan followersnya atau yang biasa dikenal dengan engagement rate. Sebab, punya banyak followers belum tentu menjamin influencer punya interaksi yang baik dengan followers. Maka dari itu, penting bagi seorang influencer mengelola akunnya dengan baik agar menghasilkan engagement yang baik di channel digital.

Keberadaan rate card ini pun menjadi patokan bagi para brand untuk menjalankan kerja sama dengan kamu sebagai influencer. Tidak hanya itu, brand pun dapat mengetahui kemampuan dan kapabilitas kamu dalam menjalin kerja sama, juga biaya yang dikeluarkan untuk menjalin kerja sama. 

Fungsi rate card

Fungsi rate card pun beragam. Pada rate card, kamu dapat menunjukan seberapa besar pengaruh yang dapat kamu berikan kepada pengikutmu. Pengikut ini pun dapat dianggap sebagai target audiens potensial bagi para klien yang ingin menjalin kerja sama dengan kamu. Oleh karena itu, sebagai influencer yang profesional, tunjukkan juga tarif profesional yang kamu miliki.

Fungsi rate card adalah mempermudah kedua belah pihak dalam mengatur promosi, yaitu pihak pengiklan dan pihak influencer. Umumnya, sebelum beriklan pihak pengiklan dari suatu brand, agensi atau penjual produk akan bertanya berapa biaya yang perlu keluarkan untuk menggunakan jasa dari si influencer. Jasa ini bisa berupa endorsement, product placement, guest speaker, dan lain-lain.

Influencer yang sudah memiliki kartu tarif ini, akan lebih mudah memberi info terkait tarif yang berlaku sehingga calon pengiklan tidak perlu repot bertanya panjang lebar. Influencer hanya perlu memberikan rate card yang udah disiapkan dan pengiklan dapat menyesuaikan jenis iklan yang dibutuhkan dan sesuai budget promosinya.

Siapa saja yang menggunakan rate card?

Setiap individu yang berkarier secara profesional pasti memiliki tarifnya masing-masing. Namun, rate card dikhususkan bagi individu yang bekerja secara mandiri dan tidak bergantung kepada instansi atau perusahaan apapun. Termasuk influencer, yang bekerja secara mandiri dan memberikan jasa berupa promosi produk atau jasa pada suatu brand. 

Influencer sudah pasti membutuhkan rate card dalam kegiatan bisnisnya. Tapi selain influencer, pihak yang menggunakan dokumen ini adalah blogger, pekerja freelance atau content creator. Misalnya, seorang fotografer ingin menawarkan jasanya sebagai seorang freelance. Maka ia sebaiknya juga menyiapkan dokumen ini untuk menjadi patokan harga yang akan dibayarkan klien nya.

Cara Menentukan Rate Card

Kamu dapat menentukan rate atau harga jasa kamu dengan beberapa metode yaitu:

  • Cost per Action (CPA)
    Tarif berdasarkan action/tindakan yang dilakukan oleh audiens, seperti mengisi kuisioner, membeli produk, download layanan dan sebagainya.
  • Cost per View (CPV)
    Tarif berdasarkan berapa banyak audiens yang melihat iklan tersebut. Pemberian tarif pada tipe ini pun dapat dilakukan pada media sosial yang dapat melihat rata-rata viewers kamu. Media sosial yang dimaksud adalah Instagram dan Youtube. 
  • Niche
    Influencer memiliki target audiens spesifik sehingga dapat menentukan tarif tinggi. Target audiens yang spesifik dapat dilihat pada bidang utama yang digeluti oleh seorang influencer. Jika seorang influencer bergelut pada bidang fashion, maka sudah jelas bahwa target audiensnya adalah para individu yang memiliki antusias tinggi pada bidang fashion. Kelebihan ini pun menjadi faktor utama bagi kamu untuk menaikkan tarif kamu.
  • Personal Brand Value
    Berdasarkan personal branding yang dimiliki influencer tersebut, semakin tinggi followers dan engagement maka semakin tinggi tarifnya. Meskipun awalnya dinilai melalui angka yang dimiliki oleh seorang influencer, hal ini pun tercermin pada kualitas audiensnya. Seorang influencer yang memiliki personal branding yang tinggi, maka akan timbul juga brand awareness yang disertai dengan reputasi dan popularitasnya.

Contoh Rate Card

Di sebuah rate card, pastikan kamu mencantumkan media sosial dan fitur yang bersedia untuk kamu lakukan. Penggunaan media sosial yang sering digunakan oleh influencers adalah Instagram, TikTok, dan Youtube. Setiap media sosial pun memiliki fitur yang berbeda-beda. Seperti Instagram yang terdiri dari feeds, Instagram Story, Instagram Live, Instagram TV (IGTV), dan Reels.  Bagi kamu yang masih bingung untuk menentukan harga dalam memberikan jasa kamu, yuk simak contoh rate card berikut!

1. Contoh untuk TikTok dan Instagram

contoh rate card tiktok dan instagram

2. Contoh untuk Paid Promote Instagram

Post FeedRp 500.000
StoryRp 250.000
Paket 2 Feed & 2 StoryRp 1.200.000 
*konten dari klien

3. Contoh untuk Endorsement Instagram

1 post video (30-60 detik)Rp 2.000.000
  1 post fotoRp 1.000.000
Paket 1 post video + 2 post fotoRp 3.500.000
*konten dari influencer, klien mengirimkan produk fisik (jika ada) untuk direview

Berikut ini adalah contoh rate card seorang influencer Indonesia, Rachel Vennya yang diperoleh melalui IDX Channel:

rate card influencer

Setelah melihat contoh rate card, apakah kamu sudah mendapatkan gambaran akan rate card kamu? Jika iya, kamu dapat segera memulai untuk membuat rate card kamu. Akan tetapi, sebelum terdapat beberapa metode yang bisa kamu lakukan untuk menentukan rate card kamu.

Itu dia penjelasan dasar tentang rate card, Socialty! Udah siap terjun ke dunia influencer? Salah satu tipsnya adalah kamu perlu mengelola akun atau channel digital dengan konsisten. Kamu juga bisa menjadi influencer dengan bergabung bersama Socialights!

Buat kamu yang bingung gimana cara mulainya, kamu bisa mengikuti kelas 30 Hari Menjadi Influencer dimana kamu akan belajar langsung dari Real Influencer loh! Untuk mendaftar kamu bisa langsung ke link diatas atau download aplikasi Socialights di Android dan iOS.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Yang juga seru buat kamu:

Tips-tips untuk Mengambil Foto Aesthetic!

Apakah kamu baru saja menyukai atau membutuhkan untuk mengambil banyak foto? Mengalami kesulitan dalam mengambil foto yang aesthetic? Tidak perlu khawatir, setelah ini kami akan

7 Tempat Wisata di Jakarta untuk Berfoto!

Apakah kamu sudah bosan mendatangi tempat-tempat di Jakarta yang monoton? Ingin mencari tempat wisata yang asik untuk dikunjungi dan Instagramable? Tanpa basa-basi lagi, berikut adalah

App Home SCL

Gabung dengan komunitas konten kreator terbesar di indonesia!