Mengenal Cara Kerja Partnership dalam Bisnis, Ini Tips Memilihnya!

Jika kamu memiliki bisnis dan ingin bisnis tersebut semakin berkembang, sepertinya kamu perlu mengetahui yang namanya sistem partnership. Jangan karena skala bisnismu masih berkembang, kamu jadi beranggapan tidak perlu menjalin kerja sama.

Tak sedikit kok pebisnis usaha kecil dan menengah yang mencoba sistem ini dan meraup keuntungan yang lebih besar dari yang mereka dapatkan sebelumnya.

Namun, kamu tentu harus cermat mengeksekusi dan menentukan jenis partnership seperti apa yang cocok dengan bisnismu.

Tertarik untuk ikut mencoba? Yuk, kita simak terlebih materi yang telah Socialights rangkum pada artikel ini agar kamu dapat menjalankan sistem partnership secara tepat!

Apa yang Dimaksud dengan Partnership

bersalaman tangan

Partnership berarti ‘kemitraan’ dalam bahasa Inggris. Sementara jika mengutip dari Investopedia, partnership adalah perjanjian formal antara dua pihak atau lebih untuk mengurus sebuah bisnis dan membagi keuntungan.

Pihak-pihak tersebut akan menggabungkan dua layanan bisnis yang mungkin berbeda namun saling berkaitan, kemudian memberi penawaran pada pelanggan sebagai ‘layanan baru’ yang dapat meningkatkan nilai penjualan dari sebelumnya.

Dari pengertian di atas, mungkin ada beberapa pelaku usaha yang kemudian bertanya, “Jika konsepnya seperti itu, apa bedanya dengan merger?”

Secara sederhana, merger akan menggabungkan dua bisnis atau lebih yang mereka branding menjadi bisnis baru. Sementara partnership, hanya fokus untuk menggabungkan produk dan layanannya saja. 

Pelaku usaha bisa saja menjalin hubungan kemitraan dengan pelaku usaha lainnya, dan masing-masing tetap menjual produk atau jasa yang mereka tawarkan secara terpisah di luar dari layanan kemitraan yang telah ada.

Jenis-jenis Partnership

bersalaman tangan

Sistem partnership memiliki beberapa jenis, dan pebisnis harus cermat memilih jenis partnership yang sesuai dengan kebutuhan usaha. 

1. General Partnership

Sesuai dengan namanya, cara kerja general partnership adalah menggabungkan kedua pelaku usaha dengan bisnis yang sudah terdaftar untuk melakukan perjanjian kemitraan dengan membagi keuntungan serta tanggung jawab yang umum.

Jenis ini mewajibkan masing-masing pelaku usaha untuk terlibat dalam menjalankan kontraknya. Setelahnya, setiap pelaku usaha dalam kontrak tersebut akan menerima pembagian keuntungan sesuai dengan yang telah disepakati.

2. Limited Partnership (LP)

Cara kerja limited partnership memiliki formalitas yang lebih ketat. Umumnya, kemitraan jenis ini membutuhkan otoritas dari negara agar dapat menjalankannya secara baik.

Masing-masing pelaku usaha juga perlu melibatkan mitra lain yang secara khusus bertanggung jawab dalam pengelolaan bisnis kemitraan ini atau mendukung pendanaannya. 

Dengan kata lain, pelaku usaha yang terlibat dalam jenis kemitraan ini hanya bertanggung jawab sebagai ‘investor’ yang tidak secara langsung terlibat dalam operasional bisnis yang sedang berjalan.

3. Limited Liability Partnership (LLP)

LLP memiliki konsep yang hampir serupa dengan general partnership. Kedua pelaku usaha akan sama-sama terlibat dan memiliki tanggung jawab untuk secara aktif mengelola hubungan kemitraan yang terjalin.

Yang membedakan adalah limited liability partnership mewajibkan setiap pelaku usaha untuk bisa memiliki kewajiban yang berbeda tergantung peran dan kesepakatan dalam yang mereka sepakati.

4. Limited Liability Limited Partnership (LLLP)

Jenis perusahaan yang satu ini biasanya digunakan oleh negara Amerika bagian, seperti Amerika Serikat, Arizona, Alabama, Utah, Ohio, New Mexico, Florida, dan juga Georgia.

Situasi tersebut terjadi karena negara tersebut memiliki hukumnya masing-masing. Karena hubungan kemitraan ini perlu mendapatkan otoritas dari negara, hukum yang ada akan mempengaruhi bagaimana kemitraan ini dapat berjalan sesuai kebijakan.

Sementara untuk cara kerjanya, jenis partnership yang satu ini lagi-lagi memiliki sistem yang tak jauh beda dengan general partnership.

Perbedaan menariknya ada pada sistem LLLP yang mengharuskan setiap pelaku usaha untuk memiliki batasan masing-masing dan terjamin perlindunganya tidak hanya sesuai dengan ketentuan pada kontrak, namun juga oleh peraturan yang berlaku di kawasan kerja sama tersebut.

Cara Kerja Partnership

wanita senang

Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk untuk mengikuti sistem partnership adalah dengan menentukan jenis kemitraan yang sesuai dan kamu inginkan. Selain itu, kamu juga perlu mempertimbangkan apakah memulai kemitraan bagi bisnis baru atau ikut dalam usaha milik orang lain.

Nah, ketika jenis partnership sudah kamu pilih, selanjutnya kamu dan calon mitra perlu membuat kontrak perjanjian atau memorandum of understanding (MoU) agar mengikat hak serta tanggung jawab secara hukum. Karena jika MoU tidak ada, kemitraan yang kamu lakukan bisa saja bersifat ilegal.

Setelah semuanya selesai, kedua pelaku usaha kemudian berkewajiban melaksanakan hal-hal yang tertulis dalam kontrak, begitu pula dengan pembagian keuntungan. Dan ingat, setiap pihak juga harus melakukan pembayaran pajak penghasilannya masing-masing.

Tips memilih partner bisnis

bekerja sama

Partnership adalah kegiatan penting dalam bisnis yang tidak boleh terelasasikan tanpa pertimbangan matang. Apalagi ketika memilih mitra, akan lebih baik jika kamu selaku pelaku usaha memperhatikan banyak aspek untuk mendukung perkembangan bisnis.

Socialights menyarankan kamu untuk mengukur lebih dulu kapasitas bisnis yang sedang kamu jalankan agar bisa menentukan kebutuhan kerja sama yang akan terjalin. 

Jika memang belum yakin menjalin kemitraan formal yang akan melibatkan banyak pihak termasuk otoritas hukum, kamu bisa mencoba menjalin kerja sama secara informal terlebih dahulu dengan kontrak di atas materai. 

Model kerja sama ini sebenarnya cukup umum terjalin di dunia bisnis, terutama oleh pelaku usaha sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun Socialights tidak terlalu menyarankan, ya. Hanya sebagai referensi semata.

Jika kamu memilih mencoba kemitraan dengan kontrak di atas mitra,  kamu perlu memperhatikan sejauh mana kewajiban kontrak yang perlu dijalankan, bagaimana pembagian tanggung jawab yang akan diatur, dan juga seberapa besar pembagian keuntungan yang nantinya akan diperoleh. 

Ingat juga bahwa setiap produk atau jasa memiliki persepsi yang berbeda bagi setiap target pasar, sehingga pendekatan yang perlu kamu pilih dalam kegiatan pemasaran yang akan dilakukan pun perlu disesuaikan agar dapat secara maksimal menarik minat pasar yang ditargetkan.

Itu dia rangkuman yang bisa Socialights persembahkan. Bagaimana, tertarik mencoba?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Yang juga seru buat kamu:

Gabung dengan komunitas konten kreator terbesar di indonesia!