Influencer Marketing, Teknik Pemasaran yang Diminati di Media Sosial

Kamu pasti sudah tidak asing dengan selebritis atau influencer yang melakukan endorse atau review produk di media sosialya? Hal ini termasuk ke dalam influencer marketing, loh! Pesatnya perkembangan media sosial memberikan peluang baru untuk mempromosikan produk dan brand. Apalagi banyak bermunculan key opinion leader (KOL) dan influencer yang meramaikan media sosial serta dengan mudah mempengaruhi audiens. 

Oleh karena itu, influencer marketing menjadi salah satu teknik marketing yang relevan dan bisa dimanfaatkan di masa sekarang. Penggunaan influencer marketing dalam bisnis bisa meningkatkan brand awareness hingga sales. Untuk mengetahui tentang teknik marketing ini dengan lebih lanjut, yuk baca artikel Socialights selengkapnya!

Apa Itu Influencer Marketing?

influencer buat konten

Influencer marketing merupakan strategi pemasaran secara online dengan memanfaatkan influencer untuk mempromosikan produk atau brand. Adanya seorang Influencer di sini perlu memiliki kekuatan mempengaruhi keputusan orang lain, dalam hal ini yakni audiens dari influencer tersebut. 

Seorang influencer yang terkenal akan niche tertentu akan lebih mudah didengarkan opininya oleh para audiens. Sebab, fokus pada satu niche akan membuat seseorang terlihat lebih expert di bidang tersebut.

Misalnya, contoh influencer marketing yakni penggunaan campaign dari brand kecantikan. Campaign ini melibatkan beberapa influencer, seperti Tasya Farasya, Jovi Adhiguna, Sarah Ayu, Titan Tyra, dan lain sebagainya. Apabila influencer dengan niche kecantikan tersebut mempromosikan barang dari brand yang sama, akan meningkatkan brand awareness kepada audiens.

Jenis-Jenis Influencer Marketing

influencer promo

Jenis influencer marketing bisa kamu sesuaikan dengan campaign, serta melihat banyaknya followers yang dimiliki oleh influencer tersebut. Setidaknya terdapat 4 jenis influencer yang perlu kamu ketahui.

1. Nano Influencer

Siapa bilang followers kecil tidak bisa menjadi seorang influencer? Selama bisa mempengaruhi orang, followers dengan jumlah kecil tetap bisa menjadi influencer. Ini dinamakan dengan nano influencer. Biasanya, seseorang yang dikategorikan sebagai nano influencer memiliki followers kurang dari 1.000.

2. Micro Influencer

Lebih besar dari nano influencer, micro influencer memiliki jumlah followers 1.000 – 40.000 di akun media sosialnya. Angka ini tentu cukup besar untuk mempromosikan sebuah produk atau brand. Kebanyakan micro influencer ini membuka kerjasama, tetapi dengan bayaran yang relatif lebih terjangkau.

3. Macro Influencer

Di atas micro influencer ada macro influencer. Tentu dengan jumlah followers yang lebih besar dan dinilai berpengaruh di hadapan para audiensnya. Seseorang yang dikatakan macro influencer biasanya memiliki followers 40 ribu hingga 1 juta. Mega influencer pun sudah terbiasa melakukan kerjasama dengan berbagai brand kecil hingga besar.

4. Mega Influencer

Cenderung dikenal oleh banyak orang, mega influencer ini biasanya merupakan kalangan selebritis atau selebgram. Memiliki followers lebih dari 1 juta dan pendapatnya sangat didengar oleh para audiens. 

Keuntungan Menggunakan Influencer Marketing

Strategi pemasaran tak akan digunakan apabila tidak memberikan keuntungan. Influencer marketing sendiri cukup memberikan banyak keuntungan baik bagi brand hingga influencer. Beberapa keuntungan tersebut di antaranya:

1. Memperluas Pasar

Market atau pasar di media sosial bisa dengan mudah diperluas ketika menggunakan strategi influencer marketing. Pasalnya, masing-masing influencer memiliki pengikut yang banyak. Apabila seorang influencer mempromosikan produk atau brand, tentu berpotensi menarik perhatian audiens untuk mengikuti, membeli, atau menggunakan produk dari brand tersebut.

2. Membangun Kedekatan dengan Audiens

Brand yang menggunakan jasa influencer biasanya membiarkan influencer tersebut untuk mencoba produk selama beberapa waktu. Dengan begitu, brand akan mendapatkan feedback berupa review dari influencer yang menggunakan. Terlebih, terdapat bukti konkret bahwa influencer tersebut benar menggunakan produk dari brand. Ini akan membangun kedekatan lebih antara brand dengan audiens, terutama yang berasal dari influencer tersebut.

3. Meningkatkan Sales

sales

Ketika brand memiliki produk yang bisa menyelesaikan permasalahan audiens, besar potensi brand mengalami kenaikan sales. Terlebih karena audiens sudah melihat kedekatan brand dengan influencer, atau bahkan dirinya sendiri. Ditambah dari kualitas produk yang ditawarkan brand memiliki keunggulan dibandingkan dengan kompetitor.

Sudah tahu kan mengenai influencer marketing? Sama-sama menawarkan keuntungan bagi brand ataupun influencer. Kamu juga bisa loh menjadi seorang influencer. Belajar dengan ikuti kelas yang diadakan oleh Socialights atau download aplikasinya!

0Shares

Yang juga seru buat kamu:

Gabung dengan komunitas konten kreator terbesar di indonesia!