Mengenal Black Campaign, Teknik Pemasaran yang Harus Dihindari!


Black campaign merupakan strategi pemasaran negatif yang sering kali muncul ketika PEMILU. Biasanya, partai lawan akan menyebarkan berita hoax dari partai lawannya dengan memanfaatkan media konvensional atau media sosial agar pernyataan itu menjadi pembicaraan di masyarakat.

Namun kini, strategi pemasaran black campaign sudah banyak dipakai dalam industri bisnis. Merek yang hanya fokus pada keuntungan usahanya semata rela menggunakan strategi ini dengan memanfaatkan influencer marketing lalu mengemasnya dengan cara yang kreatif.

Kamu sebagai calon influencer tentu tidak mau terjerat pada kegiatan bisnis semacam ini, kan? Untuk ini, Socialights telah merangkum pembahasannya secara lengkap agar kamu bisa menghindarinya.

Apa itu black campaign?

Apa itu black campaign?

Black campaign merupakan strategi pemasaran yang sebenarnya melanggar etika bisnis. Secara hukum, Indonesia telah melarang praktik black campaign terutama dalam ranah politik.

Sementara secara umum, black campaign yang berarti “kampanye hitam” dalam bahasa Indonesia merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjatuhkan lawan dengan menggiring opini publik.

Apalagi jika praktik ini kamu lihat di platform media sosial atau website, KOMINFO menyebutkan bahwa pemerintah memiliki wewenang untuk melakukan pemblokiran terdapat lembaga atau bisnis yang bersangkutan.

Tips and Trik Menghindari Black Campaign 

keyboard

Sebagai calon influencer, kamu harus memperhatikan teknik-teknik pemasaran yang mengarah pada kampanye hitam. Untuk itu, perhatikan tips and trick berikut:

1. Mengangkat Fakta Palsu (HOAX)

Seorang influencer pasti tidak asing dengan kegiatan review-meview. Oleh karena itu, sebelum menjalankan campaign yang mewajibkan mereview sebuah produk apalagi yang sifatnya membanding-bandingkan, kamu harus meneliti apakah fakta yang merek tersebut sebutkan benar. 

Karena teknik pemasaran yang sehat sebenarnya adalah promosi tunggal. Promosi tunggal sendiri merupakan teknik promosi yang terfokus pada keunggulan suatu produk, tanpa melihat kecacatan produk pesaing.

Jika kamu melakukan kegiatan tersebut (campaign yang membanding-bandingkan merek) tanpa fakta yang jelas dan akurat, bisa saja konten tersebut viral di media sosial dan justru menyebabkan masalah.

Tidak hanya kepercayaan publik pada merek yang kamu promosikan yang hilang, kemungkinan buruknya publik juga bisa meninggalkan kamu sebagai influencer. Jadi, sebaiknya kamu hindari.

2. Konten yang Terlihat Dibuat-Buat

Penjelasan lain yang mendeskripsikan black campaign adalah “konten tanpa riset yang isinya hanya ulasan rekayasa”. Padahal saat ini, konsumen dan netizen yang mengkonsumsi konten tersebut sangat pantai membedakan mana promosi yang jujur dan mana yang dibuat-buat.

Jika kamu seorang influencer, kamu pasti nggak mau dong menjadi bahan olokan netizen hanya karena mengikuti campaign yang mengharuskan kamu melakukan review palsu.

Untuk itu, hati-hatilah dalam berkolaborasi. Jangan hanya memikirkan pundi-pundi dan keuntungan semata, ada banyak influencer yang namanya jadi buruk setelah melakukan review palsu.

3. Beri Pembuktian dan Tingkatkan Branding 

Jika kamu adalah merek yang dirugikan disini, kamu bisa menanggapi teknik pemasaran tersebut dengan fokus memperbaiki aspek-aspek yang menjadi sorotan.

Misalnya, jika pelayananmu yang mereka anggap buruk, coba bersikaplah lebih ramah dan cepat tanggap kepada konsumen.

Selain itu, penting juga bagi kamu untuk membuat branding bisnis yang kuat. Buktikan pada pelaku black campaign bahwa usahamu tidak seburuk yang mereka suarakan. Kemudian, fokuslah untuk berbenah diri dan menghadirkan inovasi yang lebih baik.

Itu dia penjelasan terkait black campaign dalam dunia bisnis. Semoga kamu bisa terhindar dari praktik bisnis yang tidak etis ini, ya!

0Shares

Yang juga seru buat kamu:

Gabung dengan komunitas konten kreator terbesar di indonesia!