Ini 5 Etika Penting Bermedia Sosial yang Perlu Kamu Pahami!

Media sosial bisa menjadi wadah positif bagi seseorang untuk mengekspresikan dirinya. Namun, jika pengguna media sosial tidak mengetahui etika-etika apa saja yang pantas mereka lakukan di dalamnya, ini akan berdampak negatif. 

Banyak kasus kerusuhan di media sosial yang berujung ke ranah hukum. Kamu pasti tidak mau hal tersebut terjadi padamu, kan? Socialights telah merangkum 5 etika penting bermedia sosial agar kamu terhindar dari penyalahgunaan platform tersebut.

Bagaimana Etika Bermedia Sosial?

orang tertawa

Secara sederhana, etika bermedia sosial merupakan perilaku pengguna media sosial yang sudah mempertimbangkan hal baik dan buruk dalam tindakannya. Sangking pentingnya hal ini diterapkan, pemerintah bahkan telah merangkum etika bermedia sosial dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan internet etiquette atau biasanya disebut netiket.

Berikut beberapa hal penting yang Socialights rangkum mengenai etika bermedia sosial yang perlu kamu terapkan:

1. Etika dalam Berkomunikasi

Etika dalam berkomunikasi di media sosial biasanya menyangkut bagaimana kita selaku netizen meninggalkan komentar di kolom komentar postingan seseorang, dan sejenis pesan virtual lainnya. 

Mulai sekarang, mari belajar bersama untuk menggunakan Bahasa yang tepat dengan siapapun pada saat kita berinteraksi, termasuk ketika interaksi tersebut kita lakukan di media sosial.

2. Hindari Penyebaran SARA, Pornografi, serta Aksi Kekerasan

Menyebarkan pesan virtual yang mengandung unsur SARA (suku, agama, dan ras), pornografi, serta hal-hal berbau kekerasan di media sosial tentu tidak etis kamu lakukan. Biasakanlah untuk menyebarkan hal-hal yang berguna dan tidak menimbulkan konflik antar sesama.

3. Tidak Menyebarkan HOAX

Berita HOAX, apalagi sampai menjelekkan salah satu pihak di media sosial tentunya perlu kamu hindari. Kegiatan semacam ini biasanya ingin menjatuhkan nama pesaing dengan menyebarkan berita rekayasa yang tidak benar adanya. 

Oleh karena itu, pengguna media sosial harus lebih cerdas dalam menelaah informasi yang kita konsumsi. Jika kamu ingin menyebarkan suatu informasi, akan lebih bijak untuk melakukan kroscek ulang dari kebenaran informasi tersebut. 

4. Menghargai Hasil Karya Orang Lain

Menyebarkan informasi baik juga ada etikanya, lho! Jika kamu mengutip sebuah kata, mengunggah ulang foto atau video yang sifatnya bukan milikmu, ada baiknya mencantumkan siapa pemilik karya tersebut. Mengunggah ulang karya yang bukan karya kamu adalah tindakan yang kurang terpuji.

5. Tidak Dianjurkan Mengumbar Informasi Pribadi

Dalam menggunakan media sosial, ada baiknya kamu bijak ketika menyebarkan informasi yang sifatnya privasi (seperti nomor telepon, alamat rumah dan informasi terkait).

Kamu tidak tahu siapa yang melihat informasi tersebut, akan bahaya jika informasi yang kamu sebarkan ternyata seseorang pakai dengan tidak bertanggung jawab.

Fungsi Etika di Media Sosial

orang tertawa

Bukan tanpa alasan, etika hadir menjadi salah satu pedoman manusia dalam berperilaku, termasuk ketika berkegiatan di media sosial.

Ada banyak fungsi dari penerapan etika bermedia sosial, di antaranya:

  • Menghindari menyakiti perasaan orang lain (Lumen Learning).
  • Membangun lingkungan berkomunikasi yang menyenangkan, nyaman, dan efisien untuk komunikasi online (Encyclopedia Britannica, 2019).
  • Menghindari kesalahpahaman dan konflik di media sosial 
  • Mendukung pembangunan komunitas dan kepercayaan antar-pengguna media sosial.

Setelah membaca pesan di atas, Socialights harap kamu memahaminya dengan baik dan mulai menerapkan hal-hal apa saja yang belum diterapkan sekarang. 

0Shares

Yang juga seru buat kamu:

Gabung dengan komunitas konten kreator terbesar di indonesia!