Jangan Sampai Jadi Pelaku! Kenali 5 Jenis Cyberbullying Ini

Perkembangan teknologi tentunya berdampak pada perubahan berperilaku yang terjadi di masyarakat. Jika zaman dulu muncul istilah “mulutmu adalah harimau mu”, kini peribahasa tersebut telah berubah menjadi “jarimu adalah harimau mu”.

Ada banyak ujaran kebencian yang dilakukan dengan sengaja di media sosial. Tindakan tersebut padahal sudah masuk ke dalam perundungan, atau yang biasanya kita kenal dengan sebutan “cyberbullying”.

Melalui artikel ini, Socialight telah merangkum hal apa saja yang perlu kamu ketahui tentang cyberbullying. Ada banyak jenis cyberbullying yang bisa saja tanpa sadar pernah kamu lakukan. Untuk itu, simak sampai habis ya!

Apa Itu Cyberbullying 

Apa Itu Jenis Cyberbullying

Cyberbullying adalah tindakan perundungan yang dilakukan menggunakan teknologi digital. Tindakan tersebut biasanya terjadi di media sosial, aplikasi bertukar pesan seperti whatsapp atau line, bahkan platform game.

Sementara menurut Think Before Text, cyberbullying merupakan perilaku agresif dari individu menggunakan media elektronik, secara berulang-ulang dari waktu ke waktu, terhadap individu lain yang mereka anggap tidak mudah melakukan perlawanan atas perlakukan tersebut. 

Tindakan ini berpotensi menjadi kasus serius karena menyebabkan korban mengalami tekanan dan gangguan psikologis secara beransur. Apabila terjadi permasalahan terkait, kamu bisa bantu melaporkannya ke pihak yang berwajib karena pelaku tindakan cyberbullying akan mendapat hukuman sesuai Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Jenis-jenis Cyberbullying 

Jenis Cyberbullying

Agar bisa melindungi diri dan orang sekitar dari cyberbullying, kamu tentu perlu mengenal apa saja jenis cyberbullying yang dapat terjadi di media sosial. Berikut adalah rangkumannya.

1.  Cyberharassment 

Oknum yang melakukan tipe perundungan ini akan terus menerus mengirimkan pesan ancaman atau ujaran kebencian melalui SMS, aplikasi chatting, hingga email kepada korbannya. Pelaku biasanya menulis pesan menyakitkan dan serius, serta dapat berupa pelecehan seksual, emosional, atau sosial.

Yang lebih tragis, beberapa oknum bahkan sampai membentuk kelompok untuk melakukan pelecehan verbal kepada korbannya. Mendapat perlakuan seperti ini tentunya akan menimbulkan rasa takut, cemas, hingga hilangnya kepercayaan diri pada korban.

2. Flaming 

Flaming umumnya muncul dalam komunitas online seperti forum, grup chat atau thread komentar di media sosial. Tindakan flaming (to flame = menyulut api) adalah penyerangan verbal di forum publik dari seseorang berupa ujaran kebencian atau menyematkan panggilan buruk untuk sang korban.

Topik seputar politik atau agama adalah pembahasan yang sering kali memicu perdebatan dan berujung pada flaming. Namun, balas-balasan komentar saling serang yang terjadi di media sosial juga mencerminkan bahwa flaming dapat terjadi hanya karena ha; sepele, seperti perbedaan selera musik misalnya.

3. Denigration

Pelaku denigration akan mengunggah berita palsu negatif mengenai korban untuk merendahkannya di mata orang banyak dan berujung merusak reputasi sang korban. Denigration juga dikenal dengan istilah “dissing”. 

4. Exclusion

Korban exclusion akan merasa terkucilkan dari aktivitas di suatu forum online. Beberapa contoh kasus exclusion yang pastinya pernah kamu temui adalah seorang siswa yang sengaja tidak teman kelasnya masukan ke grup kelas, tidak menerima undangan online dari aktivitas bersama, atau menghiraukannya dalam percakapan grup.

Hal ini mungkin tanpa sadar pernah kamu lakukan, namun ternyata perilaku tersebut sudah masuk dalam tindakan cyberbullying. Pengucilan baik secara langsung ataupun melalui media online akan berdampak buruk dan merusak kepercayaan diri seseorang.

5. Trolling

Pelaku tindakan ini akan meninggalkan komentar provokatif di sebuah situs, blog, atau postingan di media sosial. Seorang “trolls” akan meninggalkan komentar kurang baik yang biasanya memicu keributan atau memancing pengguna lain untuk mebalas hal serupa.

Kamu perlu hati-hati! Trolls biasanya tidak merasa mereka melakukan tindakan yang buruk, karena pada tujuan mereka melakukan hal tersebut adalah untuk mencari perhatian. Kamu mungkin pernah melakukan tindakan ini tanpa sengaja tanpa berniat menyakiti.

Demikianlah berbagai jenis cyberbullying yang dapat terjadi di dunia maya. Semoga dengan mengenalinya, kamu dapat bersikap lebih bijaksana lagi ya!

0Shares

Yang juga seru buat kamu:

Gabung dengan komunitas konten kreator terbesar di indonesia!