Apa Itu Backsound? Kenali Perbedaannya dengan Soundtrack

Banyak orang yang menyamakan istilah backsound dengan soundtrack, karena keduanya sering disebut dalam pembuatan konten gambar bergerak–alias video. Padahal, keduanya punya definisi dan fungsi yang berbeda, lho!

Lantas, apa sih pengertian dari backsound, dan apa yang membedakannya dengan soundtrack? Yuk, simak selengkapnya pada artikel di bawah ini!

Apa Itu Backsound?

Apa Itu Backsound?

Menurut kutipan dari laman Merriam-Webster, backsound adalah musik yang mengiringi dialog atau aksi dari drama pertelevisian, film, hingga radio.

Bahkan kalau sekarang, backsound juga bisa kita temukan di berbagai konten visual media sosial, misalnya Instagram Stories, video YouTube, konten TikTok, dan lain sebagainya.

Singkatnya, backsound bisa juga dibilang sebagai “suara latar”. Biasanya, suara latar ini digunakan untuk menambah kesan dramatis atau sebagai pendukung aksi objek-objek yang ada dalam konten bergerak.

Misalnya nih, kamu menonton film yang berdurasi hingga 1 jam lebih lamanya. Nah, dari awal sampai akhir film, gak ada satu pun suara latar yang mengiringi dialog, adegan, atau menggambarkan perasaan si pemeran. Pasti membosankan banget, ‘kan?

Fungsi Backsound

ciri khas konten

Lalu, apa saja, sih, fungsi-fungsi dari suara latar ini? Berikut beberapa di antaranya:

1. Memberikan Efek Psikologis

Tanpa sadar atau tidak, musik bisa memberikan efek psikologis yang berdampak pada perasaan kita, lho!

Nah, inilah tujuan dari penggunaan suara latar. Misalnya saja saat kita nonton video horor. Kamu lagi deg-degan banget, nih, saat scene video sudah menunjukkan tanda-tanda kehadiran si hantu.

Eeeh, tambah kaget lagi ketika tiba-tiba ada backsound yang muncul bertepatan dengan kamera yang mengarah ke wajah hantu tersebut. Efek ngerinya jadi makin terasa, bukan?

Jadi, sudah jelas banget kalau kehadiran backsound dalam konten video akan memberi pengaruh psikologis pada penontonnya.

2. Membuat Konten Jadi Makin Menarik

Tanpa adanya suara latar, konten video jadi terasa boring a.k.a ngebosenin.

Suara latar juga berfungsi untuk mengalihkan perhatian penonton–kalau memang isi materi videonya juga full penjelasan.

Oleh karena itu, backsound adalah hal yang cukup penting untuk menambah daya tarik dalam sebuah konten bergerak seperti video.

3. Menonjolkan Ciri Khas

Gak hanya untuk menambah efek dramatis, suara latar juga punya peran untuk menonjolkan ciri khas.

Kamu bisa menggunakan suara-suara tertentu sebagai pengiring visual konten. Sehingga semakin sering kamu menggunakannya, makin mudah pula penonton mengenal bahwa mereka sedang menyaksikan konten-konten video yang kamu buat.

Sementara kalau untuk brand bisnis, backsound juga bisa berfungsi sebagai suksesor kampanye brand awareness.

4. Menyampaikan Perasaan

Untuk video atau film yang minim dialog, suara latar adalah sarana terbaik untuk menunjukkan perasaan si tokoh atau apa yang sedang terjadi dalam scene.

Tujuannya tentu agar penonton bisa menangkap maknanya–meski hanya melalui suara latar dan ekspresi yang ditunjukkan dari para tokoh/objek dalam konten tersebut.

5. Menyempurnakan Segala Kekurangan Konten

Suara latar juga bisa “menyempurnakan” apa yang kurang dalam konten.

Entah dari kualitas video yang gak begitu bagus, suara-suara tambahan yang mengganggu, dan lain sebagainya, backsound berfungsi untuk menutupi itu semua.

Dengan begitu, perhatian penonton gak terfokus pada kekurangan-kekurangan tersebut karena fokus mereka sudah mengacu pada adanya suara latar.

Perbedaan Backsound dan Soundtrack?

Apa itu Soundtrack?

Kalau backsound merupakan suara yang melatari dialog, kejadian, atau sebagai penyampai perasaan, lain lagi halnya dengan soundtrack.

Soundtrack adalah sebuah lagu atau musik untuk mengisi opening dan ending sebuah drama TV, film, atau anime.

Bukan hanya itu, soundtrack juga disesuaikan dengan tema film atau drama televisi, sehingga menjadi identitas yang otentik untuk film/drama TV tersebut.

Bahkan, gak jarang pula ada film yang menyematkan soundtrack di tengah-tengah jalannya adegan.

Karena menggambarkan tema atau isi cerita dalam film, makanya kita secara otomatis bisa langsung mengingat sebuah film saat mendengar soundtrack-nya diputar.

Contohnya saja, lagu berjudul A Thousand Years yang dinyanyikan Christina Perri. Buat pecinta film The Twilight Saga, lagu ini pasti memorable banget.

Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang backsound, fungsinya, serta bedanya dengan soundtrack.

Kalau kamu suka berbagai hal seputar perkontenan, media sosial, konten kreator, sampai influencer, kamu wajib banget download aplikasi Socialights.

Karena gak cuma bakal ngasih banyak insight baru tentang hal-hal di atas, kamu juga berkesempatan belajar jadi influencer selama 30 hari di bawah arahan real influencer, lho! Seru banget, ‘kan? Kalau penasaran, langsung saja klik tombol download di bawah ini!

0Shares

Yang juga seru buat kamu:

Gabung dengan komunitas konten kreator terbesar di indonesia!